Cerita bambu runcing: mengurai kekuatan yang terkandung dalam bambu runcing

Siapa yang tak kenal bambu runcing? Bambu runcing adalah senjata negara kita, terutama dipakai oleh orang-orang Jawa ketika melawan penjajah. Secara akal sehat, pasukan yang hanya mengandalkan kayu asahan ini tidak mungkin bisa menang melawan penjajah yang menggunakan senjata api. Namun pada kenyataannya, bambu runcing mampu mengalahkan senapan dan meriam panjang itu dan memberi kemenangan serta kemerdekaan bagi negara kita Indonesia.

Dari situ, timbullah pertanyaan tentang bambu runcing:
1. Ada kekuatan apa dibalik bambu runcing?
2. Kenapa orang Jawa memakai bambu sebagai senjata perang? Bukankah ditanah Jawa, selain bambu, terdapat juga tanaman/kayu jenis lainnya?


Cerita pun bermunculan. Konon di daerah pantai utara Jawa, tepatnya di kabupaten Lamongan, penduduknya sudah memeluk agama Islam bahkan sebelum Islam menyebar luas di tanah Jawa. Disamping itu, masyarakat setempat selalu melestarikan budaya patuh terhadap pemimpin, terutama terhadap ulama. Dalam bahasa Jawa, orang sering menyebut budaya ini dengan "SENDIKO DAWUH KAWULO MARANG GUSTI."

Sebelum perang dimulai kala itu, ada seorang ulama' besar yang menerima petunjuk dari Allah melalui mimpi. Ia adalah yang taat beribadah dan dekat kepada Tuhannya. Dalam mimpinya, ia mendapat pesan, "Pakailah bambu untuk menghadapi musuh-musuhmu."

Berpegang pada mimpi tersebut, ia dengan segera memerintahkan masyarakat setempat untuk mengambil bambu dan meruncinginya guna sebagai senjata melawan penjajah.

"Wahai penduduk setempat, pakailah bambu untuk melawan dan mengusir penjajah dan jangan sekali-kali kalian memegang senjata api milik mereka jika kalian ingin selamat. Ini merupakan petunjuk dari Allah SWT," seru sang ulama kepada warganya.

Dari kepatuhan penduduk kepada ucapan ulama' inilah, bambu runcing mampu mengalahkan senjata api.

Dari cerita tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kekuatan bambu runcing adalah berkat keteguhan iman dan ketaqwaan masyarakat kepada tuhan yang maha Esa.
Sekuat dan dalam bentuk apapun musuh kita jika Allah swt. Sudah memberikan petunjuk maka kita pasti akan menang.

~ Selasa, 13 April 2010 0 komentar

Al-qur'an sebagai penerang kubur.

Andai Al-QUR'AN bisa bicara, ia akan berkata:
"Waktu kau masih kecil, kau bagai teman sejatiku. Dengan wudhu kau sentuh aku. Dalam keadaan suci kau pegang aku. Kau baca dengan lirih dan keras. Sekarang kau telah dewasa. Nampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku. Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah? Sekarang kau simpan aku dengan rapi. Kau biarkan aku sendiri. Aku menjadi kusam dalam lemari, berlapis debu, dimakan kutu. Ku mohon peganglah aku lagi. Bacalah aku setiap hari karena aku akan jadi penerang dalam kuburmu!"

~ Senin, 12 April 2010 0 komentar

Penemuan jejak darah babi dalam filter ROKOK. Hemoglobin dalam darah babi pada filter ROKOK.

rokok haram babi darahDitemukannya jejak darah babi dalam filter rokok mungkin bisa menjadi alasan tepat agar Anda segera menghentikan kebiasaan merokok.

Sejak akhir Maret lalu, kabar tentang jejak darah babi dalam filter rokok ini telah disebarkan pada kalangan keagamaan.

Berdasarkan penelitian dari seorang profesor di Australia, filter rokok telah mengandung jejak darah babi (homoglobin), dan ia juga memperingatkan kepada kelompok keagamaan agar lebih selektif dalam memilih produk rokok.

Simon Chapman, seorang peneliti di Belanda, baru-baru ini telah mengidentifikasi 185 merk rokok dengan gabus filter yang menggunakan hemoglobin darah babi.

Begitu juga dengan profesor dari universitas Sidney, ia mengatakan bahwa studi ini memberikan peringatan ke dunia manufaktur rokok dan memicu keprihatinan bagi Muslim. Meskipun proses pembuatan rokok di Indonesia diperlihatkan secara terbuka, namun tidak menutup kemungkinan produk rokok tersebut mengandung jejak darah babi. Dalam setiap bisnis dagang, pasti ada saja yang dirahasiakan demi tercapainya tujuan (untung besar).

~ Sabtu, 03 April 2010 0 komentar