Kesenian Jaran Jenggo dari Lamongan

Jaran jenggo merupakan kesenian yang tak terlupakan di kota Lamongan. Kesenian Jaran jenggo biasanya ditampilkan pada acara peringatan kesembuhan khitan. Yang unik dari permainan ini adalah seekor kuda yang dapat menari-nari dan ditunggangi seorang bocah. Selain itu, si kuda juga bisa disuruh melakukan gerakan berlutut kepada tuan rumah (penyewa). Jaran jenggo dapat ditemui di desa Solokuro, kecamatan Laren, kabupaten Lamongan.

~ Rabu, 05 Mei 2010 0 komentar

Front Pembela Islam (FPI) Lamongan

Peresmian Front Pembela Islam (FPI) Lamongan dideklarasikan di desa Jompong, kecamatan Brondong, kabupaten Lamongan dengan ketua ustadz Zainal Anshori, S.Ag, dan komandan laskar Ustadz Faruq.

Bermarkas di Musholla Al-Hidayatul Mustaqimah, dusun Gowah, kelurahan Blimbing, FPI telah membawa angin segar dan pandangan baru bagi masyarakat di lingkungan Blimbing dan sekitarnya. Berbagai bentuk kemungkaran dan penyimpangan telah banyak berkurang. Meskipun dalam aksi-aksinya FPI terkesan agak radikal, namun itu merupakan wujud ketegasan dalam bertindak.

Banyak orang menganggap FPI Lamongan sangat brutal dan anarkis, dan bahkan sebagian mengatakan FPI Lamongan adalah preman berkedok Islam. Orang-orang sinting yang berkata seperti itu sinting.

Mari kita lihat ini: wilayah Gowah dan Blimbing dan juga Paciran dulu dipenuhi pemuda mabuk-mabukkan, judi, dan rumah prostitusi. Tapi kini semuanya telah bersih berkat perjuangan FPI bersama laskarnya. Inilah sisi positifnya. Memangnya siapa yang mau terus-terusan melihat pemuda berbaju compang-camping dan berjalan di tepi trotoar dengan sempoyongan?

Teruskan perjuanganmu, FPI. Jangan pernah menyerah dan lengah. Islam membutuhkan orang-orang sepertimu.

~ Selasa, 04 Mei 2010 1 komentar

Indonesia menangis; Ujian Nasional menakutkan

Pengumuman ujian nasional (UN) untuk Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) telah disampaikan. Tapi apa yang kita lihat? Banyak anak yang tidak siap menerima kenyataan ketika mereka divonis tidak lulus.

Banyak pelajar menangis histeris, shock, dan bahkan pingsan. Ada juga yang mengungkapkan kekecewaannya dengan ugal-ugalan di jalan, melempari gedung dan jendela kaca sekolah dan merusak perlengkapan kantor dengan batu dan kayu. Lebih tragisnya lagi, ada yang sampai nekat bunuh diri.

Wacana ini sangat mempermalukan bangsa Indonesia dan ini menunjukkan bahwa pendidikan di negara kita masih belum sempurna. Tujuan pendidikan, yang merupakan upaya untuk mencerdaskan bangsa, belum sepenuhnya difahami oleh anak didik dan pengajar kita. Bagaimana tidak, anak didik hanya diajarkan hal-hal yang berpatok pada kurikulum saja; mereka tidak diberi wawasan untuk mempraktekkan hasil dari pendidikan melalui kehidupan nyata. Anak didik juga kurang mendapatkan pendidikan sebagai manusia yang berkualitas. Sehingga banyak dari mereka beranggapan bahwa tujuan belajar hanyalah mencapai angka tertinggi, dan mencari kelulusan semata. Itulah kurangnya pemerintah dalam memperhatikan pendidikan di Indonesia.

Dalam rangka memperingati hari pendidikan ini, saya berharap pemerintah dan seluruh elemen negara ini, termasuk juga pendidik, bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini agar pendidikan di Indonesia bisa lebih baik dan bisa menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.

~ Minggu, 02 Mei 2010 0 komentar