Kasih sayang ibu hindarkan anak dari penyakit kronis

"Kasih sayang ibu sepanjang masa; kasih sayang anak sepanjang rafia."
Ungkapan ini rasa-rasanya memang benar. Meskipun terkadang anak merasa ibunya telah kejam, tapi kasih sayang ibu terhadap anak bukan berarti sudah hilang. Malah seringkali, itu merupakan bentuk cintanya yang besar pada anak, sehingga dalam agama Islam pun, kedudukan ibu lebih tinggi daripada ayah.

Ibu memberi asi, menyanyikan lagu sebagai pengantar tidur, dan membelai kepala kita dengan penuh kasih. Ia berharap semua itu tidak sia-sia. Ia berdoa agar kelak kita menjadi manusia yang baik. Ya, hanya itu. Hanya itu harapannya.

Kita telah dikejutkan dengan hasil penelitian di Brandeis University di Boston, yang mengungkap bahwa anak yang mendapat cukup kasih sayang ibu cenderung lebih sehat daripada anak yang kekurangan perhatian dari ibunya. Bahkan di kala dewasa, anak yang kekurangan kasih sayang akan lebih mudah terserang penyakit kronis, seperti diabetes, stroke dan serangan jantung. Itu dibuktikan melalui riset terhadap 1000 anak dengan latar belakang yang berbeda.

Dengan demikian, satu fakta tertemukan. Kejiwaan dan kesehatan manusia ternyata dapat dipengaruhi oleh seberapa banyak kasih sayang ibu, bukan dari seberapa baik kondisi ekonomi.

"Kasih sayang yang diberikan sejak dini itu sangat berdampak pada anak di usia dewasa kelak. Cinta kasih seorang ibu adalah obat tersendiri bagi anaknya dikala tumbuh dewasa," ungkap Profesor Margie Lachman seperti saya kutip dari jurnal Psychological Science melalui Vivanews.

Prof. Lachman juga mengatakan informasi ini bisa membantu pelatihan orang tua agar dapat meringankan stres anak mereka, sehingga dapat menciptakan gaya hidup sehat dan menjadi kendali atas nasib mereka sendiri.

~ Jumat, 27 Januari 2012 0 komentar

Warga Muslim Tionghoa merayakan Imlek

Sebelumnya saya tidak pernah menulis tentang imlek. Imlek bagi saya adalah perayaan kepercayaan yang tidak perlu saya tulis atau bicarakan. Namun sekarang, pada 23 Januari 2012 ini, setelah membaca berita tentang seorang warga muslim tiongihoa di Surabaya, saya sedikit tertarik untuk menulisnya sebagai kenangan dan pesan buat semua.

Walaupun ia telah Muslim, namun Ong Sau Ming, warga Tiong Hoa di Surabaya ini, tetap memberi hormat terhadap imlek dan berbagi angpao pada keluarga yang merayakan.

Ong Sau Ming, yang berusia 54 tahun itu, masuk islam pada 2002. "Imlek hanya formalitas dan tradisi saja, bukan saya ikut ibadahnya," katanya, "dan itu juga sebagai silaturrahmi keluarga."

Menurut pria ini, imlek saat ini adalah momentum spesial bagi dirinya untuk bersyukur kepada Allah. Ia merasa mendapat panggilan dari Allah untuk memeluk Islam, namun tidak membenci apalagi mendengki pada perayaan umat lain.

Ong Sau Ming yang sekarang dipangil Mintarjo, setelah merayakan imlek, langsung bergegas ke masjid untuk berdzikir dan mengucap syukur sambil melafalkan hamdalah berkali-kali.

Kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini bahwa kita memerlukan toleransi beragama dan semangat kekeluargaan sehingga kedamaian dapat tercipta.

Kita juga harus pandai menilai mana ibadah dan tradisi, dan menjadikan hari-hari yang sepesial untuk mendekatkan diri kepada Allah, untuk memperkuat iman.

~ Selasa, 24 Januari 2012 0 komentar

Al-Qur'an terbesar se dunia

Meski peperangan sering terjadi di negara tersebut, namun Afghanistan adalah sebuah bangsa dengan penduduk Muslim yang penuh semangat.

Salah satu bentuk semangat Islam tersebut adalah keberhasilan tim kaligrafi dalam menyelesaikan proyek pembuatan Alqur'an terbesar sedunia.

Walaupun dalam situasi perang selama 30 tahun, tim kaligrafi yang dipimpin oleh Mohammad Sabir Khedri sukses menuntaskan proyek Alqur'an itu, tentu saja dengan berbagai kesulitan yang ada karena ia harus menyembunyikan mushaf di tengah kericuhan negara, di antara letusan granat dan ledakan bom.

Alqur'an tersebut berukuran 2,28m x 1,55m serta berat 500kg. Halamannya sebanyak 218 lembar. Sampul terbuat dari kulit kambing. Dalam pembuatan Alqur'an ini, tim menghabiskan dana kurang lebih setengah juta dollar dan memakan waktu lima tahun.

Kitab suci raksasa ini disertifikasi oleh Kementrian Agama sebagai Alqur'an terbesar sedunia. Sebelumnya, Alqur'an dengan ukuran paling besar dimiliki Rusia yang panjang dan lebarnya mencapai 2m X 1,5m.

Mohammad sabir khedri sebagai pimpinan tim mengatakan, "Alqur'an ini rencananya mau dipamerkan pada tahun ini dan akan diletakkan di pusat kebudayaan Afghanistan di Kabul."

Alqur'an raksasa ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Afghanistan dan suatu wujud bahwa negara tersebut siap bangkit untuk membangun kembali bangsanya agar menjadi lebih baik.


~ Selasa, 17 Januari 2012 0 komentar